Menjadi ibu baru adalah momen yang membahagiakan, namun juga bisa memicu tekanan mental yang tidak sedikit. Mulai dari kelelahan fisik, perubahan hormon, hingga tanggung jawab merawat bayi, semua ini dapat memicu stres. Sayangnya, kondisi stres berlebihan justru bisa berdampak langsung pada produksi Air Susu Ibu (ASI).
Padahal, ASI merupakan sumber nutrisi utama yang sangat dibutuhkan bayi di masa awal kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi para ibu menyadari bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik selama masa menyusui.
Bagaimana Stres Mempengaruhi Produksi ASI?
Secara biologis, produksi ASI sangat dipengaruhi oleh dua hormon utama, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin bertugas memproduksi ASI, sementara oksitosin membantu mengalirkannya ke puting saat bayi menyusu. Nah, ketika ibu mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.
Peningkatan kortisol ini dapat menghambat pelepasan oksitosin, sehingga proses pengeluaran ASI bisa terganggu. Akibatnya, meskipun jumlah ASI sebenarnya cukup, alirannya menjadi terhambat dan bayi mungkin tidak mendapatkan cukup ASI.
Tanda-tanda Produksi ASI Terganggu Akibat Stres
Ibu menyusui yang mengalami stres biasanya menunjukkan beberapa gejala berikut:
- Bayi tampak lebih rewel atau sering lapar
- Payudara tidak terasa penuh meskipun jadwal menyusui sudah tiba
- ASI tidak mengalir lancar saat dipompa
- Ibu merasa cemas, mudah lelah, dan sulit tidur
Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, bisa memperburuk situasi karena ibu menjadi semakin tertekan dan produksi ASI pun semakin berkurang.
Cara Mengelola Stres untuk Mendukung Produksi ASI
- Cukup istirahat
Tidur yang cukup meskipun sulit dilakukan sangat penting bagi pemulihan fisik dan mental ibu. - Beri waktu untuk diri sendiri
Luangkan waktu sejenak untuk melakukan hal-hal yang ibu sukai, seperti mandi air hangat, mendengarkan musik, atau sekadar bernafas dalam-dalam. - Dukungan dari keluarga
Keterlibatan pasangan dan keluarga sangat membantu dalam mengurangi beban ibu baru. Jangan ragu untuk meminta bantuan. - Konsultasi dengan ahli
Bila stres tak kunjung reda, konsultasikan ke psikolog atau konselor laktasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. - Jaga pola makan sehat
Asupan nutrisi seimbang juga berpengaruh pada kestabilan emosi dan kualitas ASI.
Menjadi ibu baru memang tidak mudah, dan stres adalah hal yang wajar terjadi. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, stres bisa menghambat produksi dan pengeluaran ASI. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah-langkah pengelolaan stres, ibu dapat kembali menyusui dengan lancar dan memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi RS PKU Muhamadiyah untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:
(031) 3522980
082311262646
Atau Kunjungi langsung RS PKU Muhamadiyah di Jl. KH Mas Mansyur No.180 – 182, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya
85444484