Sejarah RS PKU Muhammadiyah Surabaya
Sejarah Kami
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya yang sekarang berdiri di Jalan KH Mas Mansyur Nomer 180 – 182 Surabaya menyimpan catatan sejarah sendiri dalam perkembangannya. Tapak-tapak sejarah tersebut memiliki nilai tersendiri karena melibatkan tokoh-tokoh. baik dari Muhammadiyah maupun tokoh-tokoh nasional sebagai pendiri.
Para tokoh tersebut antara lain KH Mas Mansyur dan dokter Sutomo. KH Mas Mansyur adalah tokoh Ulama dan pergerakan melawan penjajah yang pada tahun 1921 menjadi anggota Muhammadiyah setelah bertemu Kiyai Haji Ahmad Dahlan, kemudian menjadi konsul Muhammadiyah Surabaya. Sedangkan dokter Sutomo adalah pendiri Budi Utomo, sebuah organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia.
Sejak saat itu Poliklinik PKU Muhammadiyah dipimpin oleh dokter Muhammad Suwandi, yang Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit milik pemerintah Kota Surabaya. selanjutnya Poliklinik PKU Muhammadiyah dipimpin oleh dokter Husnul Yakin, walaupun sempat vakum karena dokter Khusnul Yakin ditangkap dan ditahan di penjara Kalisosok. Sekeluarnya dr Husnul Yakin dari penjara, maka pada 1 Nopember 1949 Poliklinik PKU Muhammadiyah dibuka kembali.
Setelah menetap di Jalan KH Mas Mansyur, Poliklinik Muhammadiyah berubah nama menjadi Balai Kesehatan Muhammadiyah Surabaya setelah dilakukan renovasi untuk menambah ruang rawat inap bersalin. Pada masa itu Balai Kesehatan Muhammadiyah dipimpin oleh dokter Suherman dan dengan meningkatkan pelayanan dari sebuah poliklinik menjadi rumah bersalin. Dari tangan dingin beliaulah juga lahir Poliklinik-poliklinik di berbagai kota di Jawa Timur yang menjadi cikal bakal berdirinya rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur.
Setelah dipimpin dokter Suherman pimpinan Balai Kesehatan Muhammadiyah Surabaya dipimpin oleh dokter Mutadi dari tahun 1987 sampai 1992, berikutnya dipimpin oleh dokter Muhammad Usman dari tahun 1992 sampai 2002.
Balai Kesehatan Muhammadiyah Surabaya memasuki era baru dalam sejarah. Pada 27 September 2001 dilakukan pembangunan Gedung tahap pertama yang selesai pada 28 Pebruari 2002. Tepat pada tanggal 14 Maret 2002 dilakukan peresmian Gedung sekaligus menandai perubahan status dari Balai Kesehatan Muhammadiyah menjadi Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya.
Pada acara peresmian itu dihadiri oleh dokter Sukadiono sebagai direktur rumah sakit, Bapak Fadil Taslim mewakili PDM Kota Surabaya, Bapak Syafiq A Mughni mewakil PWM Jawa Timur dan Bapak Walikota Surabaya yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Bambang DH. Peresmian ditandai penekanan tombol sirine dan pembukaan selubung nama Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya oleh Bapak Walikota Surabaya, Bapak Bambang DH.
Di bawah kepemimpinan dokter Sukadiono sebagai direktur, saat sebelumnya Balai Kesehatan yang hanya menyediakan pelayanan persalinan, kesehatan ibu dan anak, berubah menjadi sebuah Rumah Sakit Umum yang menyediakan pelayanan dan fasilitas kesehatan sebagaimana rumah sakit umum.
Selanjutnya untuk memenuhi harapan masyarakat dan syarat sebuah rumah sakit, maka pada tahun 2004 dilanjutkan pembangunan Gedung tahap kedua dengan ditandai peletakan batu pertama oleh KH Mu’amal Hamidy sebagai wakil ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah jawa timur saat itu. Gedung tahap kedua ini dibangun dua lantai yang terdiri dari ruang rawat inap, kamar operasi, ruang laboratorium, ruang radiologi, kamar bersalin, ruang poli rawat jalan dan ruang penunjang lainnya.
Pada tanggal 4 Desember 2011 Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya menerima predikat perdana akreditasi rumah sakit untuk pertama kalinya dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit atau KARS.
5 Desember 2012 nama Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya secara resmi berubah menjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya sesuai dengan Surat Ijin Operasional dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Setelah masa khidmat Doktor dokter Sukadiono MM. berakhir pada tahun 2013, dilanjutkan oleh dokter Ahmad Aziz sampai tahun 2018.
Pada Pebruari 2018 dilantiklah Doktor dokter Enik Srihartati, MKes, SpKK. Sebagai direktur dan berakhir sampai tahun 2022. Pada era ini, RS PKU Muhammadiyah Surabaya, sejak tahun 2018 sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Berikutnya pada Pebruari 2022 dilantiklah Dokter gigi Devita Eryani Putri,M.Kes. Masa Khidmat Tahun 2022 sampai 2026. Pada masa kepemimpinan beliau RS PKU Muhammadiyah Surabaya memperoleh predikat Paripurna dalam akreditasi rumah sakit dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia atau LARSI. dan masa kemimpinan beliau berlanjut kembali dengan masa khidmat tahun 2026 sampai 2030.