You are currently viewing Minum Es Saat Berbuka Puasa: Segar di Lidah, Tapi Perlu Waspada Bahayanya

Minum Es Saat Berbuka Puasa: Segar di Lidah, Tapi Perlu Waspada Bahayanya

Setelah seharian berpuasa, minuman dingin seperti es dipercaya bisa memberikan kesegaran instan. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu baik untuk tubuh, terutama setelah perut kosong selama berjam-jam. Banyak orang yang tanpa sadar minum es dengan tujuan menghilangkan haus secara cepat, padahal hal ini dapat memberikan efek negatif bagi sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Mengapa Minum Es Saat Berbuka Bisa Berisiko?

Saat berpuasa, perut dan sistem pencernaan bekerja tanpa konsumsi makanan atau minuman selama belasan jam. Karena itu, saat berbuka, tubuh akan menerima asupan cairan dan makanan secara mendadak, yang membuat organ pencernaan harus “beradaptasi” kembali. Minum air sangat dingin atau beres dalam kondisi ini bisa memicu beberapa masalah kesehatan, antara lain:

  1. Mengganggu Sistem Pencernaan

Air es memiliki suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan suhu tubuh. Ketika masuk ke perut yang kosong, perubahan suhu secara tiba-tiba bisa membuat otot-otot saluran cerna bereaksi secara kuat. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Kram atau nyeri perut
  • Kontraksi otot lambung
  • Gangguan pencernaan lainnya
    Adaptasi sistem pencernaan terhadap suhu ekstrem membutuhkan waktu, sehingga tubuh bisa terasa tidak nyaman sesudahnya.
  1. Menyebabkan Perut Kembung dan Nyeri

Minuman sangat dingin dapat memperlambat aliran darah ke lambung dan usus. Akibatnya, proses pencernaan berjalan kurang optimal dan gas dalam usus bisa meningkat. Hal ini memicu sensasi kembung dan tidak nyaman, yang sering kali muncul setelah minum es terlalu cepat saat berbuka puasa.

  1. Menimbulkan Kontraksi Otot di Perut

Tubuh yang semula berpuasa lama tidak mendapatkan suhu dingin secara drastis, lalu langsung “kejutan” suhu rendah dari minuman es. Reaksi tubuh ini bisa menyebabkan kontraksi otot-otot perut, yang sering dirasakan sebagai nyeri atau kram setelah berbuka puasa.

  1. Menunda Rehidrasi yang Optimal

Meski terasa segar, air es tidak ideal untuk mengatasi dehidrasi. Tubuh justru lebih baik menyerap air pada suhu yang lebih mendekati suhu tubuh atau suhu ruang. Minuman dingin cenderung tidak langsung memenuhi kebutuhan cairan karena tubuh perlu “menyesuaikan” suhu terlebih dahulu sebelum menyerap air secara efisien.

 

Tips Minum Sehat Saat Berbuka Puasa

Agar tubuh cepat pulih dari kondisi haus dan dehidrasi setelah puasa, berikut beberapa tips minum yang lebih aman dan efektif:

  1. Minum Air Putih Suhu Ruang Terlebih Dahulu
    Memulai buka puasa dengan minum air pada suhu yang tidak terlalu dingin membantu tubuh cepat menerima cairan tanpa “kejutan” suhu.
  2. Gunakan Pola Minum Bertahap
    Mengikuti pola minum yang teratur seperti 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi tanpa membuat perut terkejut.
  3. Konsumsi Buah yang Kaya Air
    Buah-buahan seperti timun, semangka, melon, dan jeruk kaya akan air serta nutrisi yang membantu mengembalikan hidrasi tubuh.
  4. Jika Ingin Minum Dingin, Pilih yang Tidak Terlalu Dingin
    Jika ingin sensasi dingin, minumlah air dingin yang tidak es atau campur sedikit saja, agar tidak memberikan perubahan suhu ekstrem pada lambung.

 

Minum es saat berbuka puasa memang terasa menyegarkan, tetapi bisa menimbulkan risiko bagi sistem pencernaan dan membuat tubuh tidak mudah beradaptasi setelah perut kosong selama belasan jam. Air putih pada suhu ruang atau minuman yang tidak terlalu dingin umumnya lebih baik untuk membantu tubuh kembali terhidrasi secara optimal.

 

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pengobatan segera, Anda bisa kunjungi RS PKU Muhamadiyah untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di:

(031) 3522980
082311262646

Atau Kunjungi langsung RS PKU Muhamadiyah di Jl. KH Mas Mansyur No.180 – 182, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya

Tinggalkan Balasan